Cara Kerja VR dan Peluang Bisnisnya Senilai Ratusan Juta USD

Posted by MonsterAR on February 4th, 2022

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara kerja VR atau virtual reality? Bagaimana headset VR bisa membuat Anda merasa seperti benar-benar terbang di langit yang tinggi, padahal sebenarnya Anda hanya berada di dalam kamar? Teknologi ini tidak hanya sekadar mengganti apa yang bisa kita lihat dengan sesuatu yang lebih menakjubkan, namun lebih dari itu dengan segudang manfaatnya yang luar biasa.

Pengembang dan inovator Virtual Reality semakin menemukan peluang baru dalam teknologi imersif ini, didorong oleh alat yang mengubah perasaan kita, apa yang kita lihat, dan bahkan apa yang bisa kita dengar di sekitar kita. Karena jumlah headset realitas virtual terus bertambah, VR muncul sebagai bagian umum dari lanskap digital.

Apakah Anda sudah menjadi salah satu dari banyak orang yang telah berinvestasi dalam teknologi VR, atau Anda sedang mempertimbangkan merogoh kocek untuk membeli headset VR baru? Sebelum itu, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana sebenarnya cara kerja VR.

Teknologi VR diperkirakan bernilai sekitar $ 184,66 miliar pada tahun 2026, VR adalah salah satu teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dan sumber kegembiraan bagi banyak konsumen. VR semakin banyak digunakan di rumah dan bisnis di seluruh dunia. Tujuan headset VR adalah untuk membawa penggunanya ke versi realitas yang sama sekali berbeda, di mana Anda dapat berinteraksi dengan lingkungan baru.

Headset VR pada dasarnya hanyalah mesin yang dirancang untuk menggantikan lingkungan kita dengan sesuatu yang dibuat dalam perangkat lunak. Ada sensor gyroscopic, akselerator, dan magnetometer di headset untuk menentukan bagaimana Anda bergerak dan melacak interaksi Anda dengan ruang virtual. Headset VR juga terhubung ke kamera eksternal dan sistem komputer untuk mengakses perangkat lunak yang menyajikan pengalaman VR bagi Anda, atau terhubung dengan program tambahan.

Berikut adalah beberapa komponen dan teknologi yang menjadi dasar terciptanya perangkat dan lingkungan VR yang imersif.

1. Bidang Pandang dan Frame Rate

Bidang pandang atau frame rate telah menjadi perhatian umum bagi perusahaan VR di Indonesia. Agar VR membenamkan kita dalam lingkungan baru, VR perlu meniru bidang pandang kita. Sayangnya, manusia pada umumnya mampu melihat bidang yang jauh lebih luas daripada yang biasanya dapat disediakan oleh headset VR. Rata-rata manusia dapat melihat sekitar 220 derajat konten di sekitarnya. Headset VR dapat melakukan sekitar 180 derajat.

Bidang pandang di headset menentukan dunia yang terlihat di sekitar kita, dan seberapa miripnya dengan lingkungan kita saat ini. Hingga kini belum ada headset yang dapat mengakomodasi bidang pandang alami manusia sepenuhnya, tetapi teknologinya terus berkembang, di samping peluang yang lebih baik untuk frame rate.

Frame rate adalah elemen visual lain yang menentukan cara kerja VR. Frame perlu bergerak dengan kecepatan luar biasa dalam layar headset VR untuk meniru apa yang kita lihat di kehidupan nyata. Para ahli percaya bahwa mata manusia dapat menangani hingga 1000 frame per detik. Sebagian besar pengembang telah menemukan bahwa apa pun yang kurang dari 60 FPS menyebabkan perasaan disorientasi dan mual. Para ahli terus berusaha mengembangkan dengan target mencapai 120 FPS.

2. Audio Spasial dan Efek Suara

Banyak orang mengira bahwa VR hanyalah sebatas pengalaman visual. Pada kenyataannya, VR mampu membenamkan pengguna sepenuhnya ke dalam ruang yang berbeda. Ini menuntut lebih dari sekadar pandangan yang baik tentang lingkungan kita. Kita juga memerlukan audio spasial, atau suara 360 derajat untuk membantu benar-benar merasa seperti berada di lingkungan baru tersebut.

Teknologi VR mutakhir menggunakan audio spasial untuk mensimulasikan jenis lanskap audio unik yang Anda harapkan di dunia nyata. Semakin baik audionya, semakin Anda merasa terbenam berkat suara yang seolah-olah datang dari belakang, atas, atau samping Anda. Audio spasial juga membantu Anda bergerak melalui pengalaman VR seperti yang diinginkan pengembang dengan menunjukkan ke mana Anda harus berbelok.

Headset VR di lanskap modern menggunakan audio spasial untuk menyampaikan arah mana yang Anda perlukan dan mendukung rasa \"realisme\" saat Anda bergerak melalui lingkungan dan pengalaman yang berbeda.

3. Posisi dan Pelacakan Kepala

Hal yang membuat VR sangat menarik adalah, Anda dapat bergerak di ruang virtual dan lingkungan itu secara otomatis akan menyesuaikan dengan posisi Anda. Fitur pelacakan kepala dan posisi diukur dalam derajat yang bebas, memungkinkan Anda menjelajahi lingkungan virtual tanpa batas layaknya di lingkungan nyata.

Headset yang menggunakan 6 derajat kebebasan dapat memeriksa posisi Anda di sebuah ruangan, dan menunjukkan arah yang dituju kepala Anda. Ini berarti bahwa Anda dapat memiliki gerakan otonom penuh melalui ruang. Headset VR juga dilengkapi sensor yang dapat membantu Anda tetap aman saat bergerak di dalam ruangan.

Semakin hari, teknologi pelacakan pada VR semakin canggih. Teknologi pelacakan mata mampu meningkatkan fokus ketika berada dalam lingkungan VR sekaligus mengurangi rasa mual yang dirasakan sebagian orang ketika menggunakan headset VR. Sensor umpan balik haptic dan teknologi pelacakan lain yang digunakan untuk menyematkan opsi pengontrol ke dalam VR juga dapat membuat lanskap terasa lebih imersif.

Masa Depan Headset VR

Teknologi VR berkembang semakin mengesankan karena para peneliti terus mengeksplorasi berbagai cara untuk membuat dunia virtual terasa lebih seperti dunia nyata. Seiring perkembangan berlanjut, headset menjadi lebih ramping dan lebih mobile, dengan lebih sedikit kabel dan lebih banyak piksel berdefinisi tinggi. Sensor haptic dan sarung tangan pelacak menggantikan sistem kontrol yang kaku, sementara machine learning dan kemajuan AI mengubah cara teknologi VR melacak interaksi kita.

Like it? Share it!


MonsterAR

About the Author

MonsterAR
Joined: June 10th, 2021
Articles Posted: 112

More by this author